Interview Session
Miangas Tak Pernah Gagal Menumbuhkan Benih Asmara
Kami pertama kali bertemu tujuh tahun lalu dalam kegiatan pengabdian di Pulau Miangas, pulau perbatasan utara Indonesia.
Selama di Miangas, sesungguhnya tak ada hari-hari istimewa yang kami lalui berdua selain percakapan sederhana yang terus tumbuh menjadi rasa yang tak pernah benar-benar pergi (anjay).
Ya, sejak tiga tahun terakhir. Kami telah saling menguji dan mengaji apa itu komitmen, dengan satu kaki di Ankara dan satu kakinya di Jakarta.
Yaa, waktu yang berbeda, tapi rindu yang sama.
Ya, ini bukan soal tekanan karena sering ditanya “kapan nikah”, tapi menurut keyakinan kami bahwa pernikahan adalah wujud komitmen sesungguhnya, baik di level personal, spiritual maupun sosial.
Aku menyarankan kamu untuk menikah. Kalau kamu mendapatkan istri yang baik, kamu akan bahagia, kalau tidak, kamu akan jadi seorang filsuf – Socrates