Tepat hari ini 2 Nov 2025, PSM Makassar telah menginjak usianya yang ke 110 tahun. Secara penanggalan, Ia merupakan klub sepak bola tertua di Indonesia.
Sepanjang 1 abad berdirinya klub yang dijuluki pasukan Ramang ini, PSM Makassar telah mengukir banyak prestasi, baik di kancah nasional maupun internasional.
Lalu seperti apa napak tilas dari PSM Makassar ini? Simak ulasannya berikut ini.
Sejarah Singkat PSM Makassar
Persatuan Sepakbola Makassar atau lebih populer didengar dengan PSM Makassar adalah kesebelasan sepak bola Indonesia yang berbasis di kota Makassar.
Tim ini memiliki banyak julukan, di antaranya; Juku’ Eja (ikan merah), Pasukan Ramang (Legenda Pemain PSM), serta Ayam Jantan dari Timur yang terilhami dari sikap berani Sultan Hasanuddin.
Berdasarkan catatan historis, PSM Makassar yang awalnya bernama Makassaarsche Voetbal Bond (MVB) berdiri secara resmi pada 2 November 1915.
Dalam buku “Satu Abad PSM Mengukir Sejarah” karya M Dahlan Abubakar dan A Widya Syadzwina, mengatakan bahwa sejarah awal berdirinya PSM dimulai saat Hindia Belanda menjadikan Makassar sebagai pusat pemerintahan di Indonesia Timur.
Kala itu terdapat pelabuhan yang terkenal dengan Bandar Makassar. Pelabuhan tersebut sebagai pusat perniagaan dan tempat bersandarnya kapal asing yang lalu lalang.
Bandar Makassar juga dikenal sebagai pusat perdagangan transaksi rempah-rempah dan hasil bumi yang dibawa oleh kapal domestik maupun kapal-kapal asing.
Pada awal perjalanan klub MVB ini, komposisi pemain terdiri dari gabungan pribumi Makassar, Tionghoa dan jajaran pemain elite Hindia Belanda.
Lini Masa Perjalanan PSM Selama 1 Abad
Tahun 1915 : Kelahiran embrio PSM di era Kebangkitan Nasional
Sebelum era kemerdekaan, MVB sudah melakukan pertandingan dengan beberapa kesebelasan dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Bali hingga kesebelasan dari Hongkong dan Australia.
Namun eksistensi MVB mulai surut seiring dengan kedatangan pasukan Jepang di Makassar. Para pemain Belanda yang tergabung dalam MVB ditangkap, sedangkan pemain-pemain pribumi dijadikan Romusha. Sebagiannya lagi dikirim ke Myanmar.
Praktis klub MVB lumpuh total, sebagaimana klub-klub sepak bola di Indonesia kala itu. Apalagi Jepang menerapkan aturan bahwa segala yang berbau Belanda harus dimusnahkan, termasuk klub sepak bola.
Sebaliknya, untuk mencari dukungan penduduk setempat, Jepang membiarkan masyarakat menggunakan nama-nama Indonesia. MVB pun akhirnya berubah menjadi Persatuan Sepak bola Makassar (PSM Makassar).
Tahun 1950: Kelahiran kembali PSM Makassar pasca penjajahan Jepang
Saat Indonesia terlepas dari penjajahan, PSM Makassar mengadakan perombakan tim di bawah pimpinan Achmad Saggaf yang terpilih menjadi sebagai Ketua PSM kala itu.
Akhirnya roda kompetisi PSM mulai bergulir dengan baik. Tahun 1950, PSM mulai bertandang ke Pulau Jawa sekaligus untuk menjalin hubungan dengan PSSI.
Di era ini, bintang-bintang PSM pun bermunculan, salah satunya Ramang. Ia menjadi pemain legenda dan dari sinilah PSM Makassar mendapatkan julukan Pasukan Ramang.
Tahun 1994 : Awal Perjalanan PSM Makassar di Liga Indonesia (dulu Galatama)
Pada musim kompetisi Liga Indonesia yang dimulai sejak 1994, PSM Makassar kembali membuktikan diri sebagai tim besar tanah air. Ia selalu tercatat masuk papan atas.
Selain kompetisi Galatama, PSM Makassar juga tercatat mengikuti berbagai kompetisi level nasional lainnya seperti Liga Primer Indonesia, Liga Prima Indonesia, Liga Super Indonesia dan Liga 1
Di level internasional. PSM Makassar telah tercatat banyak kali telah merumput mulai dari laga di Piala Winners Asia satu kali, tiga kali mewakili Indonesia di Liga Champions Asia (Piala AFC) hingga Supercup Asia.
Selain itu, soal supporter, jangan ditanya. PSM Makassar memiliki beberapa kelompok suporter fanatik seperti The Macz Man, Laskar Ayam Jantan (LAJ), Mappanyukki, Ikatan Suporter Makassar (ISM), Suporter Hasanuddin, Suporter PKC (Pongtiku, Kalumpang, dan Cumi-cumi, Red Gank (Pattene), dan Antang Community.
Bagaimana Nasib Stadion PSM Makassar Kini?
Semenjak Stadion Andi Mattalatta (Mattoangin) dibongkar pada masa pandemi Covid tahun 2020 kemarin, PSM Makassar tidak memiliki homebase sendiri.
Maka sebagai gantinya, PSM makassar menumpang Stadion Gelora B. J. Habibie yang terletak di kota Parepare, Sulsel, (kurang lebih 4-5 jam dari kota Makassar) sebagai homebase klub sejak musim kompetisi 2022-23.
Padahal stadion yang didirikan Letkol Andi Mattalatta ini telah meninggalkan banyak kisah perjuangan. Betapa tidak, stadion ini awalnya ditujukan untuk menyalurkan energi anak muda di dunia olahraga, agar mereka enggan bergabung dengan para pemberontak tahun 1950-an seperti pasukan DI/TII.
Tidak hanya itu. Sebelum Stadion Utama Gelora Bung Karno dibangun tahun 1962, stadion ini termasuk salah satu yang terbesar di Indonesia dan sering dipakai untuk menggelar pertandingan sepak bola internasional seperti jadi tuan rumah babak 8 besar Liga Champions Asia 2001.
Namun tahun silih berganti hingga kini, ternyata belum ada kejelasan tentang kelanjutan pembangunan stadion baru yang dijanjikan.
Berita terhangat hanya melempar janji manis. Wacana pembangunan stadion Sudiang yang digadang-gadang berstandar FIFA sekaligus jadi kado ulang tahun PSM Makassar ke 110 ini pun masih menyisakan banyak tanya.
Tidak hanya itu, kabar terbaru menyebutkan bahwa salah satu investor dari Singapura juga tertarik dengan pembangunan stadion Untia.
Ya tentu kita sebagai warga Makassar atau pendukung setia PSM Makassar tetap berharap stadion tersebut segera direalisasikan. Sebab, klub sepak bola sekelas PSM Makassar tanpa stadion sendiri ibarat coto tanpa ketupat dan jeruk nipis.
Patut dinanti!
Referensi:
- Abubakar M. Dahlan dan A. Widya Syadwina. (2020). Satu Abad PSM Mengukir Sejarah. Fandom.
- https://www.historia.id/article/sengkarut-sengketa-stadion-andi-mattalatta-d84ez
- https://www.timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/422422/psm-makassar-sewa-stadion-gelora-bj-habibie-hanya-rp-500-ribu-ini-respon-taufan-pawe
- https://makassar.terkini.id/pemkot-makassar-dapat-tawaran-pembangunan-stadion-untia-dari-investor-singapura/
- https://www.bola.com/indonesia/read/4260473/kisah-psm-di-era-emas-2000-2001-raja-asia-tenggara-dan-tembus-8-besar-liga-champions-asia


